Skip to main content

Berburu Bintang di Papandayan

Bagi saya, alam selalu jadi jawaban atas segala kegundahan, termasuk kegundahan akan pencarian subjek fotografi. Salah satu tujuan naik ke Papandayan kemarin adalah ingin memotret bintang malam hari, boleh dibilang hal ini sangat sulit dilakukan mengingat saya tinggal di kota yang banyak polusi cahaya, Jakarta. Perjalanan naik gunung dengan misi itu-pun dijalankan, tapi ternyata tidak sederhana. Begini gambarannya. 


Persiapan:
  • Riset cuaca, internet bilang Garut cerah (padahal bohong)
  • Unduh aplikasi, melacak bintang dengan harapan bisa dapat Milky Way
  • Pinjam lensa lebar, karena lensa punya saya sempit semua

Tantangan:
  • Bawa tripod, yang mana menambah beban
  • Kabut + awan tebal, hampir sepanjang malam
  • Cuaca dingin menusuk, bagai ruangan yang AC-nya baru diservis
  • HP mati, posisi Milky Way entah di mana
  • Babi hutan, mondar-mandir sejak sore di area perkemahan
  • Polusi cahaya, banyak tetangga menyalakan lampu senter
  • Bulan bersinar terang, konon kondisi ini kurang ideal untuk memotret bintang 



Setelah menunggu, pukul 23.30an kabut dan awan mulai hilang. Saya langsung ambil komposisi yang paling memungkinkan, ini hasilnya


f/3.5, 20s, 16mm, ISO 1600


f/3.5, 20s, 16mm, ISO 1600

Melihat usaha untuk dapat gambar ini, seketika teringat qoute dari fotografer favorit saya

@chrisburkard In life, there are no shortcuts to joy. Anything that is worth pursuing requires us to suffer just a little bit.

Comments

Post a Comment